Uji Kompetensi 2 Matematika Kelas 5 SD Halaman 64

Uji Kompetensi 2 Matematika Kelas 5 SD Halaman 64 – Ada beragam cara untuk menguasai mata pelajaran Matematika SD yang wajib dipahami oleh murid-murid kita. Konsep dan Materi Matematika SD Kurikulum 2013 kelas 1-6 tidak pernah berdiri sendiri-sendiri. Artinya setiap teori saling terkait. Banyak anak SD masih merasakan kesusahan memahami Matematika SD meskipun sudah tersedia buku kumpulan rumus Matematika, kumpulan materi Matematika SD kelas 1-6 PDF, buku kumpulan rumus Matematika baik mulai jenjang kelas 1 SD hingga kelas 6 PDF. Murid kelas 6 biasanya sangat membutuhkan rangkuman rumus Matematika sejak murid-murid bersekolah di kelas satu. Tetapi pertanyaannya adalah mengapa banyak kumpulan rumus atau buku rumus, baik berbentuk cetak maupun file PDF yang dapat diunduh di dunia maya, tetap saja banyak sekali murid SD yang belum mengerti, apalagi bisa mahir, pelajaran Matematika? Coba kita observasi, banyak sekali siswa SD merasa tak memahami begitu siswa-siswi duduk di kelas 3 atau kelas 4. Masalah inilah yang akan kita bahas bersama dalam tulisan saya ini.

Cara Sederhana Pecahkan Soal Matematika SD Kelas 2 Pengukuran Panjang

Sebetulnya materi pembelajaran Matematika itu tak boleh diperhatikan secara terpisah. Kalau murid kita mengamati materi pelajaran satu dengan materi pelajaran yang lain terpisah, maka pelajaran Matematika menjadi rumit. Kekeliruan anggapan ini menyebabkan siswa-siswi sekolah dasar senantiasa merasa kesulitan.

Kadang guru tidak menerangkan bagaimana keterkaitan materi pelajaran satu dengan materi pelajaran lainnya dari pembelajaran Matematika itu. Akibatnya murid melihatnya sebagai sebuah pelajaran yang terpilah-pilah. Dikala murid membahas sebuah pokok bahasan dikala ini, maka pokok bahasan yang telah dijelaskan sebelumnya sudah dilupakan. Padahal sangat penting mempelajari Matematika itu secara terus menerus.

Untuk contoh, anak telah belajar Konsep Penjumlahan Pengurangan. Tetapi murid-murid tidak dapat memaknai apa hubungannya pengaturan materi Penjumlahan dan Pengurangan pada saat murid-murid mempelajari teori Pembagian. Seolah-olah teori Pembagian itu sebuah konsep yang berdiri sendiri.

Padahal, kalau berharap mahir Membagi Bilangan, murid seharusnya menguasai Konsep Penjumlahan Pengurangan.

Nah, disinilah peran pendidik serta bapak dan ibu sangat diinginkan. Keterlibatan bapak dan ibu sebagai format kebersamaan antara ayah dan ibu dan siswa menjadi sangat penting. murid akan merasa lebih nyaman jika belajar bersama ayah dan bundanya dibandingkan belajar di kelas-kelas sekolah. Jadi tidak salah seandainya ada istilah Baiti Jannati – Ada Surga di Rumahku. Sebab di rumah wajib bagi siswa-siswi menjadikan lebih terampil karena pengajarnya adalah ayah dan bundanya sendiri.

Materi yang diajari dalam pelajaran Matematika SD itu sungguh-sungguh mendasar dan fundamental. Siswa bisa jadi bahagia mempelajari Matematika dikala siswa masih duduk di jenjang kelas 1 atau kelas 2. Observasilah ketika siswa Anda duduk di kelas 3. Apakah yang Anda rasakan? Apakah siswa kian merasa kesusahan menguasai konsepnya?

Ada 2 hal penting yang seharusnya dipandang oleh pembina Matematika serta ayah dan bunda. Terutama ditekankan terhadap bapak dan ibu, bahwa di jenjang kelas 3 sekolah dasar teori Matematika semakin menumpuk. Dan biasanya siswa kita masih suka mengamati pembelajaran Matematika konsep yang terputus satu sama lain. Ada mata rantai yang terputus. Murid telah melupakan teori sebelumnya, ditambah lagi dengan materi Matematika di kelas tiga sekolah dasar mulai banyak dan kompleks.

Kalau Pembelajaran Matematika masih sama dari tahun ke tahun, maka terjadilah sebutan Matematika Pobia dan sebutan lainnya. Kalau pemahaman ini didiamkan, maka murid kita semakin yakin bahwa Matematika itu pelajaran yang ruwet dan membuat dongkol.

Mari kita perhatikan. Dalam teori tentang Bilangan saja ada banyak hal yang harus dikendalikan oleh siswa kita. Lihat materi perihal Bilangan ini, sangat banyak ya yang patut dikuasai siswa-siswi kita.

Contohnya adalah konsep mengenai :

Urutan Ke -n-, Sisa Pembagian Bilangan Berpangkat.

Nah kan, banyak ya? Jangan dilupakan, itu hanya pokok bahasan tentang Bilangan. Belum materi yang lain seperti Perbandingan dan lainnya. Murid wajib bisa menguasai konsep itu semua sepanjang siswa sekolah di sekolah dasar.

Sistem belajar pokok bahasan Matematika itu berkesinambungan, selalu berhubungan antara teori yang satu dengan lainnya. Terus-menerus. Bukan berdiri sendiri-sendiri. Bila pokok bahasan itu dipandang sebagai konsep tidak saling terkait, karenanya jangan berharap terlalu tinggi selain murid-murid kita akan semakin kesusahan untuk memahami serta jadi jagoan Matematika.

Untuk mengerti keadaan murid-murid kita yang masih duduk di jenjang sekolah dasar, terutamanya pada pemahaman pembelajaran Matematika, sebaiknya murid-murid kita dilatih semenjak dini untuk senantiasa berlatih memacu logikanya serta berlatih untuk mendapatkan pola Matematika-nya.

Dalam cara pelajaran Matematika Dasar, terutamanya Matematika SD, kami mengaplikasikan metode Matematika Ajaib untuk mengajarkan TAKUKABA (Tambah Kurang Kali Bagi) atau KABATAKU (Kali Bagi Tambah Kurang. Cara Matematika Ajaib ini saya kembangkan semenjak tahun 2001 dan rupanya banyak membantu murid-murid sekolah dasar terpenting bagi anak yang berada di jenjang kelas 1.

Dengan cara pembelajaran Matematika Ajaib di kelas satu inilah siswa sudah seharusnya sering diasah nalarnya dan diajari untuk mendapatkan pola yang ada dalam sebuah keadaan sulit Matematika. Tanpa akal dan mendapatkan polanya, maka semakin sulit bagi murid-murid sekolah dasar untuk mengerti dan menguasai Matematika sekolah dasar.

Melatih logika dan melatih menemukan pola Matematika akan benar-benar menggembirakan bagi murid-murid, lebih-lebih di kelas 1 SD, untuk menyelesaikan soal Matematika. Pun melatih nalar dan pola ini akan benar-benar berguna pada saat siswa berjumpa dengan soal cerita Matematika sekolah dasar.

Oleh sebab itu, sebelum mulai membiasakan belajar dengan akal dan pola murid-murid sekolah dasar, kami memberikan pelajaran dan pelatihan pada mereka perihal pelaksanaan berhitung Tambah Kurang Kali Bagi yang masuk akal dan berpola. Budaya belajar Matematika Ajaib sangat mudah dipelajari siswa SD Kelas Satu. Selain itu siswa di TK-A juga sudah dapat ikut belajar dan mengerti.

Tapi kenapa wajib menerapkan sistem Matematika Ajaib? Alasan dan pembahasan lebih mendalam akan kami jelaskan ditulisan kami selanjutnya ya. Agar Anda dan anak-anak tidak merasa bosan.

Tetapi, bila Anda mau segera ingin memahami seperti apa metode Matematika Ajaib ini, silahkan klik tautan Matematika Ajaib berikut ini. Dan jangan sungkan, apabila ada info yang kurang jelas, Anda bisa segera bertanya dan mendiskusikannya melalui HP 0838.5735.4647

Selamat berkarya. Jaga siswa Anda agar tetap menyenangi dan mengerti Matematika SD Uji Kompetensi 2 Matematika Kelas 5 SD Halaman 64.

About Bekti Hermawan 936 Articles
Pendidik Matematika Islam di berbagai sekolah Islam