Solusi Sederhana Matematika SD Kelas 3 Semester 1

Solusi Sederhana Matematika SD Kelas 3 Semester 1 – Materi dan RPP pembelajaran Matematika SD Kelas 3 Semester 1, baik berbasis KTSP maupun Kurikulum 2013, tak akan dapat berperan banyak jika soal Matematika SD yang dihadapi murid kelas 3 mulai bervariasi tanpa ada penanaman logika yang memadai. Pembelajaran dan latihan soal UAS Matematika SD Kelas 3 online maupun offline, merupakan masalah berbeda. Bukan hanya masalah itu. Tetapi masalah utama pembelajaran Matematika SD khsusnya kelas 3 terletak pada pemahaman dasar-dasar atau fundamental pembelajaran yang kadang sering terlupakan.

Solusi Sederhana Matematika SD Kelas 3 Semester 1

Gambar: Dokumentasi Pembelajaran Matematika SD Kelas 3 di SD Islam Khoiru Ummah, Malang

Jangan ajarkan hitung cepat pada anak atau murid SD Kelas 3. Materi pembelajaran Matematika SD Kelas 3 semester 1 akan banyak berkutat pada soal Pecahan. Kesulitan utama inilah yang memicu anggapan bahwa Matematika SD adalah pelajaran yang sulit bin ruwet untuk diikuti. Apalagi dipahami.

Sebagaimana pada artikel sebelumnya, saya katakan bahwa dalam pembelajaran materi Pecahan di kelas 3, maka anak atau murid harus sudah bisa memahami dan menguasai Proses Pembagian Sederhana Tanpa Sisa dalam pembelajaran Matematika SD Kelas 2.

Tidak menguasai materi Matematika SD Pembagian akan merepotkan dan menyulitkan anak pada saat mereka belajar Pecahan.

Berikut 3 hal utama yang harus bapak ibu dan guru lakukan pada anak atau murid SD kelas 3 agar dapat mengingat kembali materi Matematika SD Kelas 2 tentang Pembagian Tak Bersisa. Diantaranya yaitu:

  • Tunjukkan pada anak atau murid bahwa membagi itu bukan proses Pengurangan Berulang
  • Proses Membagi suatu bilangan akan terasa mudah jika anak atau murid dapat memahami fundamentalnya dengan baik dan benar
  • Ingatkan kembali bahwa Membagi itu sama dengan proses Pecahan itu sendiri.

Jadi, sebagai contoh, misalkan anak harus memahami apa itu Pecahan ½ atau 4/2 itu mereka harus paham bahwa ½ itu adalah 1 dibagi 2 dan 4/2 itu adalah 4 dibagi 2. Membagi adalah kata lain dari Pecahan (Memecah).

Jadi makna 4/2 (Empat per Dua) adalah 4 dibagi 2, yaitu menhasilkan 2. Bagaimana memberikan pemahan ini? Kembalilah ke materi Matematika SD Kelas 2, yaitu bahwa membagi adalah proses menyamaratakan bilangan terhadap sebuah jumlah tertentu.

Misal pada contoh di atas Pecahan 4/2, bapak ibu atau guru dapat mengatakan bahwa jika ada 4 permen dibagikan kepada 2 anak, maka masing-masing anak mendapat berapa permen?

Pernyataan tersebut ternyata lebih mudah dipahai anak kelas 3 yang belum tau persis fundamental atau dasar-dasar Pembagian.

Jika mengacu pada buku Tematik, maka 4/2 atau 4:2 itu sama dengan 4-2-2=0. Jadi karena angka dua yang muncul sebanyak 2, maka hasil 4/2 atau 4:2 adalah 2.

Coba kita bandingkan dengan konsep yang mengajarkan 4 permen dibagikan kepada 2 anak. Maka anak akan belajar menyediakan 2 kantong, katakanlah kantong A dan B, dan diberikan pada masing-masing anak 1 kantong.

Selanjutnya masukkan 1 permen ke kantong A satu lagi dimasukkan dalam kantong B. Maka sisa permen masih ada 2. Masukkan kembali 1 permen ke kantong A dan satu lagi ke kantong B. Permen sudah habis tak bersisa.

Sekarang lihat, masing-masing kantong A dan B terdapat berapa permen di dalamnya? Ada 2 permen. Maka 4/2 atau 4:2 itu hasilnya adalah 2 (dilihat dari jumlah permen dalam masing-masing kantong A dan B.

Cukup jelas ya? Lebih nyaman cara memberikan penjelasan dengan konsep yang mana? Apakah Pembagian adalah Pengurangan Berulang? Atau menggunakan konsep menyamaratakan perolehan masing-masing anak?

Dalam Matematika Ajaib, anak akan banyak mempelajari logika Membagi menggunakan konsep yang jauh lebih mudah dibandingkan konsep Pengurangan berulang.

Sampai bertemu kembali di pembahasan Matematika SD berikutnya. Semoga bermanfaat.

About Bekti Hermawan 8 Articles
Pendidik Matematika Islam di berbagai sekolah Islam

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*