Perlukah Bisnis Startup Memanfaatkan Digital Signage ?

79 views

Perlukah Bisnis Startup Memanfaatkan Digital Signage? Saat lulus dari perguruan tinggi negri ternama di Bogor tahun 1991, orientasi kebanyakan lulusan perguruan tinggi ketika itu adalah mencari pekerjaan dengan gaji tinggi. Dan biasanya pekerjaan yang dicari adalah bukan marketing atau sales. Sebab saat itu media promosi masih belum maju, jadi sangat tidak nyaman berada dipekerjaan marketing atau sales. Kami belum mengenal media promosi semacam Digital Banner, Digital Signage, Digital Self Service, Interactive Wall, Table Interactive atau pun Digital Presentation.

Untuk keperluan Presentasi contohnya, kami ketika itu mengandalkan bahan penulisan di atas transparant sheet yang diletakkan di atas OHP dan ditulis dengan spidol warna-warni. Paling banter dan canggih saat itu menggunakan software Harvard Graphic. Nah, ide kami saat itu adalah bahan penulisan menggunakan Harvard Graphic ini kami coba untuk dimasukkan dalam video berdurasi 30 detik (sesuai perusahaan pemesan slot iklan) dan ditampilkan dengan monitor display besar 29 atau 32 inci dan diletakkan di sudut-sudut mall paling ramai di Kota Bogor.

Tetapi coba kita tengok jaman now. Begitu mudahnya membuat bahan promosi digital yang lebih interaktif. Hal ini tentu disebabkan karena semakin berkembangnya teknologi layar sentuh (touchscreen) di dunia. Tak ketinggalan di Indonesia teknologi layar sentuh ini berkembang sangat baik dan masih terus akan berkembang di masa depan.

Baca juga: Ikhtiar Membumikan Teknologi Layar Sentuh di Indonesia

Ambil saja contoh sebuah perusahaan teknologi layar sentuh semacam PT Sentuh Digital Teknologi yang beralamat di Grand Slipi Tower 48th Floor, Jl Letjen S. Parman, Kav 22-24, Slipi, Jakarta Barat. Perusahaan ini menyediakan berbagai produk teknologi layar sentuh untuk kebutuhan berbagai bentuk promosi perusahaan-perusahaan maupun instansi-instansi pemerintah.

Salah satu produknya bernama Digital Signage bermerek SENTUH, yaitu teknologi informasi digital yang dikemas dalam memberikan tontonan visual yang menarik dan atraktif, memuat beraneka ragam informasi berupa image, video, scroll text, chart, grafik, jadwal pesawat dan kereta api, schedule, berita, cuaca yang disajikan secara dinamis menggunakan media display elektronik seperti LCD/LED TV, Proyektor maupun digital billboard sebagai output.

Perlukah Bisnis Startup Memanfaatkan Digital Signage

Gambar DIGITAL SIGNAGE produk PT Sentuh Digital Teknologi

Mengapa penggunaan Digital Signage sangat disarankan untuk media promosi? Ada beberapa alasan, diantaranya yaitu nyaman untuk dilihat oleh mata kita, penempatannya yang strategis dan waktu penayangan iklan yang tepat, pembaruan informasi promosi dapat dilakukan seketika (Real Time Updating), termasuk menampilkan profil perusahaan dengan lebih menarik dan user friendly.

Digital Signage produk PT Sentuh Digital Teknologi ini memiliki fitur yang lengkap dan mudah digunakan. Diantaranya adalah:

  • Dapat menampilkan berbagai konten promosi untuk para pelaku bisnis
  • Mampu menampilkan image dan video bersamaan sehingga tampil lebih dinamis
  • Dapat mengatur jadwal konten sesuai dengan slot waktu yang diinginkan
  • Resolusi Full HD pada software yang terinstal membuat gambar dan video tampak sangat jernih
  • Dukungan aplikasi CMS, konten dapat disesuaikandengan keinginan user
  • Didukung system Android 5.11
  • Dapat menampilkan konten halaman web yang dinamis
  • Mudah dioperasikan oleh siapa saja

Penggunaan media Digital Signage merek SENTUH dalam jangka waktu 5 tahun diproyeksikan menjadi lebih hemat dibandingkan menggunakan media promosi konvensional. Karena berbagai fitur yang menarik ini maka pengembalian investasi pengguna dapat dimaksimalkan.

Di Amerika dan Eropa, bahkan di negara-negara Asia, penggunaan Digital Signage sudah menjamur sejak lama. Negara-negara maju ini lebih bisa berpikir realistis untuk menghemat penggunaan budget promosi agar lebih hemat dan tentu dengan tampilan materi promosi lebih bagus dan interaktif.

Media Digital Signage biasanya diletakkan di tempat-tempat strategis, khususnya disemua tempat bisnis, area publik, di kantor-kantor swasta maupun pemerintah, serta tempat hiburan terutama di pusat-pusat perbelanjaan yang menampung banyak toko retail. Perusahaan manapun menganggap penggunaan media Digital Signage ini dapat untuk menaikkan brand image produknya agar lebih dikenal masyarakat seluas mungkin.

Perlukah Bisnis Startup Memanfaatkan Digital Signage ?

Sebelum membahasnya lebih mendalam, tahukah Anda apa itu bisnis Start-Up? Jika dilihat dari bahasanya jelas Start-Up diadopsi dari bahasa Inggris. Arti harafiahnya “baru rintisan”. Ya, bisnis Start-Up gampangnya diartikan bisnis yang baru dirintis dan belum begitu lama beroperasi.

Dilansir dari AntaraNews.com, Bisnis Start-Up adalah usaha rintisan yang baru memasuki fase pengembangan serta penelitian untuk mendapatkan ceruk pasar (niche market) yang tepat. Dan sebagian besar bisnis Start-Up ini adalah bisnis berbau teknologi. Seperti teknologi informasi, web, internet dan segala sesuatu yang terkait dengan bidang tersebut.

Jika dilihat dari ciri-ciri bisnis Start-Up seperti usia bisnis masih reltif muda, yaitu kurang dari tiga tahun, karyawannya tidak lebih dari 20 orang, omset usaha masih di bawah 1 milyar, masih membutuhkan pengembangan yang intensif, pada umumnya sangat dekat dengan teknologi terkini serta produknya kebanyakan berupa aplikasi digital. Maka bisa disimpulkan bisnis Start-Up di Indonesia sangat membutuhkan media promosi tidak konvensional semata. Sebagai pendatang baru, bisnis Start-Up membutuhkan sentuhan teknologi dalam berpromosi agar mereka semakin tampak eksistensinya di masyarakat luas.

Dalam agenda Indonesia Startup Summit 2019 yang berlangsung tanggal 10 April 2019 di Jakarta International Expo, meski jumlahnya peserta cukup banyak, sekitar 6.600 bisnis Start-Up terdiri dari beberapa bidang, seperti teknologi informasi, pangan, kesehatan dan obat-obatan, pertahanan dan keamanan, serta bahan baku. Tampak jelas bahwa bisnis Start-Up di Indonesia masih perlu pengembangan yang lebih luas. Dan tugas pemerintah, dalam hal ini Kemenristekdikti, melalui Program Inkubasi Bisnis Teknologi (IBT), secara konsisten membina perusahaan pemula berbasis teknologi (PPBT) atau Start-Up teknologi selama empat tahun terakhir. Serta menjaga dan memperluas eksistensi bisnis Start-Up yang sudah ada.

Seperti dikutip dari CNNIndonesia.com, Mentri Keuangan Sri Mulyani mengatakan bahwa pasar Indonesia yang terjamah e-commerce baru sekitar 2%. Jumlah itu masih seperempat dari rata-rata perdagangan digital (e-commerce) dunia. Salah satu negara yang dianggap maju e-commerce-nya adalah China, dengan pangsa pasarnya mencapai 40%-50%. Selain penetrasi e-commerce masih rendah, pangsa pasar di Indonesia masih sangat luas.

Dari data dan fakta dalam Indonesia Startup Summit 2019 nampak jelas bahwa bisnis Start-Up, apapun bidang usahanya, masih banyak membutuhkan media promosi berteknologi maju untuk menjembatani eksistensi perusahaan yang masih berkembang ini. Sebab, mana mungkin bisnis Start-Up yang sangat dekat dan kental dengan teknologi ini alergi pada bentuk promosi digital? Pasti dan pasti, bisnis Start-Up membutuhkan media promosi semacam, salah satunya, Digital Signage untuk menjaga dan mengembangkan eksistensi bisnis yang baru dirintis.

Jadi jika ada seorang pemilik bisnis Start-up bertanya, “Perlukah Bisnis Startup Memanfaatkan Digital Signage ?” Anda sudah mengetahui dengan pasti jawabannya.

Bekti Hermawan | Blogger Indonesia

Tags: #digital banner #digital presentation #digital self service #digital signage #interactive wall #jual aplikasi digital signage #jual bracket digital signage #jual digital signage jakarta #jual digital signage player #jual lg digital signage #jual samsung digital signage #jual samsung smart signage tv #jual software digital signage #table interactive

Leave a reply "Perlukah Bisnis Startup Memanfaatkan Digital Signage ?"

author
Insan Perindu IHSAN. Pencari Hikmah di Telaga Kehidupan.