Materi Matematika Kelas 2 SD Kurikulum 2013 Revisi 2018

Materi Matematika Kelas 2 SD Kurikulum 2013 Revisi 2018 – Ada beraneka metode untuk mengerti dan paham mata pelajaran Matematika SD yang wajib dipahami oleh murid-murid kita. Teori dan Materi Matematika SD Kurikulum 2013 kelas 1-6 tidak pernah berdiri sendiri-sendiri. Artinya setiap teori saling terkait. Banyak sekali siswa SD masih merasakan kesulitan memahami Matematika SD walaupun sudah ada buku rumus Matematika, kumpulan materi Matematika SD buku kumpulan rumus Matematika baik mulai jenjang kelas 1 sekolah dasar hingga kelas 6 PDF. Anak Kls Enam biasanya sangat memerlukan kumpulan atau rangkuman rumus Matematika sejak anak bersekolah di jenjang kelas satu. Namun pertanyaannya adalah kenapa banyak sekali buku rumus, baik berbentuk cetak maupun PDF yang dapat diambil di internet, masih saja banyak sekali siswa-siswi SD yang belum mengerti, apalagi jadi jagoan, mata pelajaran Matematika? Coba kita perhatikan, sebagian besar siswa-siswi SD merasa kesulitan begitu siswa duduk di kelas 3 atau kelas 4. Persoalan inilah yang akan kita bahas bareng-bareng dalam tulisan kami ini.

Materi Matematika Kelas 2 SD Kurikulum 2013 Revisi 2018

Hakekatnya materi pelajaran Matematika itu tidak boleh dipandang secara terpisah. Seandainya siswa kita memperhatikan materi pelajaran satu dengan pokok bahasan yang lain terpisah, maka pelajaran Matematika menjadi susah dipahami. Kesalahan anggapan ini menyebabkan murid sekolah dasar selalu merasa kesulitan.

Kadang guru tak menjelaskan bagaimana keterkaitan teori pelajaran satu dengan pokok bahasan lainnya dalam pelajaran Matematika itu. Sehingga siswa-siswi memandangnya sebagai sebuah pelajaran yang terpilah-pilah. Dikala anak membahas sebuah pokok bahasan dikala ini, maka teori pelajaran terdahulu sudah lupa atau dilupakan. Meskipun kita tau amat penting mempelajari Matematika itu secara tak terputus-putus.

Untuk contoh, murid-murid sudah mempelajari Penjumlahan dan Pengurangan. Tapi murid tidak bisa mengerti makna apa keterkaitan pengaturan konsep Konsep Penjumlahan Pengurangan dikala anak belajar materi Membagi. Seakan teori Membagi Bilangan itu suatu konsep yang berdiri sendiri.

Padahal, seandainya mau trampil Membagi Bilangan, siswa-siswi patut menguasai Proses Hitung Penjumlahan atau Pengurangan.

Oleh sebab itu, disinilah peran pengajar serta ayah dan bunda betul-betul diharapkan. Keterlibatan orang tua sebagai bentuk kebersamaan antara ayah dan bunda dan anak menjadi penting. siswa-siswi akan merasa lebih nyaman bila belajar bersama orang tuanya dibandingkan belajar di kelas-kelas sekolah. Jadi tak salah jikalau ada ungkapan Baiti Jannati – Rumahku adalah Surgaku. Karena di rumah sendiri wajib bagi murid menjadi lebih trampil sebab gurunya ialah orang tuanya sendiri.

Materi yang diajari dalam Matematika SD itu benar-benar mendasar dan fundamental. Anak bisa jadi berbahagia mempelajari Matematika dikala anak masih duduk di kelas satu. Perhatikan dikala siswa Anda duduk di kelas 3. Apa yang Anda lihat? Apakah anak kian merasa tidak mengerti materinya?

Terdapat dua hal penting yang patut diperhatikan oleh pendidik Matematika serta ayah dan ibu. Terpenting ditekankan terhadap orang tua, bahwa di jenjang kelas tiga sekolah dasar materi Matematika semakin banyak. Dan biasanya anak kita masih menyukai melihat pembelajaran Matematika teori yang terputus satu dengan lainnya. Ada mata rantai yang terputus. Anak sudah melupakan teori sebelumnya, ditambah lagi dengan konsep Matematika di kelas tiga SD tambah menumpuk dan kompleks.

Jikalau metode belajar Matematika masih sama dari tahun ke tahun, maka muncullah sebutan Matematika Pobia dan sebutan lainnya. Kalau pemahaman ini dibiarkan, maka murid kita semakin percaya bahwa Matematika itu pelajaran yang rumit serta menjengkelkan.

Coba ayah bunda observasi. Dalam materi perihal Bilangan saja ada banyak hal yang semestinya dikendalikan oleh murid-murid kita. Lihat teori perihal Bilangan ini, sungguh-sungguh banyak ya yang seharusnya dikuasai siswa kita.

Misalnya materi mengenai :

Kali Bagi Tambah Kurang – Kabataku.

Kelihatan kan, banyak ya? Jangan lupa, itu cuma teori tentang Bilangan. Belum pokok bahasan yang lain seperti Aljabar dan sebagainya. Anak sepatutnya bisa menguasai teori itu semua selama murid-murid bersekolah di sekolah dasar.

Sistem belajar pokok bahasan Matematika itu berkesinambungan, selalu terkait antara teori yang satu dengan lainnya. Berkelanjutan. Tidak terpisah-pisah. Seandainya teori itu diamati sebagai konsep tidak saling terkait, karenanya siap-siaplah siswa kita akan kian kesulitan untuk memahami, mengerti dan menguasai serta merajai Matematika.

Agar memahami kondisi siswa-siswi kita yang masih duduk di bangku SD, secara khusus pada pemahaman pembelajaran Matematika, sebaiknya siswa-siswi kita dilatih semenjak dini untuk senantiasa berlatih memacu logikanya serta berlatih untuk menemukan pola Matematika-nya.

Dalam sistem pelajaran Matematika Dasar, khususnya Matematika SD, kami mengaplikasikan cara Matematika Ajaib untuk mengajarkan TAKUKABA (Tambah Kurang Kali Bagi) atau KABATAKU (Kali Bagi Tambah Kurang. Kultur Matematika Ajaib ini saya kembangkan sejak tahun 2001 dan terbukti banyak membantu siswa-siswi SD terutamanya bagi murid yang duduk di kelas 1.

Dengan metode belajar Matematika Ajaib di jenjang kelas satu inilah murid-murid sudah patut sering diasah nalarnya dan dilatih untuk mendapatkan pola yang ada dalam sebuah permasalahan Matematika. Tanpa akal dan menemukan polanya, karenanya semakin sulit bagi anak sekolah dasar untuk mengerti dan merajai Matematika di jenjang sekolah dasar.

Membiasakan menggunakan nalar dan melatih menemukan pola Matematika akan benar-benar menggembirakan bagi murid, terlebih di jenjang kelas satu sekolah dasar, dalam menyelesaikan masalah Matematika. Malah melatih nalar dan pola ini akan sangat berguna pada saat murid-murid berjumpa dengan soal cerita Matematika sekolah dasar.

Maka dari itu, sebelum melatih nalar dan pola siswa-siswi SD, kami memberikan pelajaran dan pelatihan pada mereka seputar pengerjaan berhitung Tambah Kurang Kali Bagi yang bernalar dan berpola. Tradisi belajar Matematika Ajaib betul-betul mudah dipelajari siswa SD Kelas 1. Selain itu siswa di Taman Kanak-Kanak juga sudah dapat mempelajari dan mengerti.

Tapi kenapa wajib memakai sistem Matematika Ajaib? Alasan dan pembahasan lebih mendalam akan saya jelaskan ditulisan kami selanjutnya ya. Agar Anda dan siswa siswi tidak merasa bosan.

Namun, kalau Anda mau segera ingin memahami seperti apa cara Matematika Ajaib ini, silahkan klik tautan Matematika Ajaib berikut ini. Dan jangan malu, bila ada konsep pelajaran yang kurang terang, Anda bisa segera bertanya dan mendiskusikannya via WA 0838.5735.4647

Selamat belajar. Jaga murid Anda supaya tetap menyenangi dan mengerti Matematika SD Materi Matematika Kelas 2 SD Kurikulum 2013 Revisi 2018.

About Bekti Hermawan 936 Articles
Pendidik Matematika Islam di berbagai sekolah Islam