Matematika Kelas 3 SD Tema 7

Matematika Kelas 3 SD Tema 7 – Ada banyak cara untuk memahami serta menguasai pelajaran Matematika SD yang wajib dipahami oleh anak kita. Materi Matematika SD Kurikulum 2013 kelas 1-6 tidak pernah tidak saling terkait satu sama lain. Artinya setiap teori saling berhubungan satu pokok bahasan dengan konsep lainnya. Banyak sekali siswa SD masih merasakan kerepotan memahami Matematika SD walaupun sudah ada buku kumpulan rumus Matematika, kumpulan materi Matematika SD kelas 1-6 PDF Matematika baik mulai kelas satu sekolah dasar hingga kelas 6 PDF. Anak jenjang kelas enam biasanya membutuhkan kumpulan rumus Matematika sejak siswa-siswi bersekolah di kelas 1. Tetapi pertanyaannya adalah mengapa banyak sekali buku rumus, baik berbentuk cetak maupun PDF yang bisa didownload di internet, tetap saja banyak sekali murid-murid SD yang belum mengerti dan memahami, apalagi jadi jagoan, pelajaran Matematika? Mari kita perhatikan, sebagian besar siswa SD merasa terbebani begitu anak duduk di kelas 3 atau kelas 4. Masalah inilah yang akan kita diskusikan bersama dalam tulisan kami ini.

Matematika Kelas 3 SD Tema 7

Sesungguhnya materi pelajaran Matematika itu tak boleh dipandang secara terpisah. Kalau anak kita memperhatikan teori pelajaran satu dengan teori pelajaran yang lain terpisah, maka pembelajaran Matematika menjadi susah. Kesalahan anggapan ini menyebabkan siswa-siswi SD selalu merasa kerumitan.

Seringkali pengajar tak menjelaskan bagaimana keterkaitan pokok bahasan satu dengan materi pelajaran lainnya dalam pelajaran Matematika itu. Akibatnya murid-murid memandangnya sebagai sebuah pelajaran yang terpilah-pilah. Dikala siswa-siswi membahas sebuah pokok bahasan ketika ini, karenanya teori pelajaran terdahulu telah lupa. Meskipun Anda tau betul-betul penting mempelajari Matematika itu secara terus menerus.

Untuk contoh, anak telah mempelajari Proses Menjumlah dan Mengurangkan. Tapi murid tidak dapat mengerti makna bagaimana memanfaatkan penguasaan konsep Penjumlahan atau Pengurangan dikala murid-murid belajar teori Membagi Bilangan. Seakan-akan teori Membagi Bilangan itu suatu materi yang tidak terkait dengan konsep sebelumnya.

Padahal, seandainya mau terampil Pembagian, siswa wajib memahami dan menguasai Penjumlahan dan Pengurangan.

Oleh karenanya, disinilah peran pendidik serta ayah dan bunda amat diharapkan. Keterlibatan orangtua sebagai bentuk kebersamaan antara ayah dan bunda dan anak menjadi sangat penting. murid akan merasa lebih nyaman jikalau belajar bersama ayah dan bundanya diperbandingkan belajar di sekolah. Jadi tidak salah jika ada istilah Baiti Jannati – Rumahku Surgaku. Sebab di rumah sepatutnya siswa-siswi menjadikan lebih terampil karena pengajarnya merupakan bapak dan ibunya sendiri.

Materi yang diajari dalam pelajaran Matematika SD itu betul-betul fundamental. Siswa-Siswi bisa jadi gembira mempelajari Matematika dikala anak masih duduk di jenjang kelas satu. Observasilah saat anak kita saat di jenjang kelas 3. Apakah yang Anda lihat? Apakah murid kian merasa kesulitan menguasai teorinya?

Ada dua hal penting yang semestinya dilihat oleh pengajar Matematika serta bapak dan ibu. Terpenting ditekankan terhadap ayah dan ibu, bahwa di jenjang kelas 3 sekolah dasar materi Matematika tambah banyak. Sedangkan siswa kita masih suka memperhatikan pembelajaran Matematika materi yang terpisah satu sama lain. Ada keterkaitan yang terputus. Siswa telah lupa konsep sebelumnya, dibebani pula dengan teori Matematika di kelas tiga SD tambah banyak serta kompleks.

Jika Pembelajaran Matematika masih tidak ada perubahan, maka terjadilah sebutan Matematika Pobia dan lainnya. Kalau pemahaman ini didiamkan, jangan salahkan siswa kita kian yakin bahwa Matematika itu pembelajaran yang njlimet serta membuat dongkol.

Coba kita perhatikan. Dalam materi perihal Bilangan saja ada banyak subbab yang wajib dikuasai oleh siswa-siswi kita. Lihat materi perihal Bilangan ini, betul-betul banyak ya yang wajib dikuasai siswa kita.

Misalnya teori mengenai :

Jumlah Bilangan, Selisih Bilangan dan Bilangan Positif dan Negatif.

Kelihatan kan, banyak ya? Jangan lupa, itu cuma teori tentang Bilangan. Belum teori lainnya seperti Rata-rata, Persen,Aljabar, Perbandingan dan sebagainya. Siswa-siswi wajib bisa menguasai materi itu semua selama siswa sekolah di sekolah dasar.

Cara mempelajari teori Matematika itu tidak terputus-putus, selalu berhubungan antara pokok bahasan yang satu dengan lainnya. Terus-menerus. Bukan terpisah-pisah. Seandainya teori itu dipandang sebagai pokok bahasan tidak saling terkait, karenanya jangan berharap terlalu tinggi selain siswa kita akan kian kesulitan untuk menguasai serta jadi jagoan Matematika.

Agar memahami kondisi siswa-siswi kita yang masih duduk di bangku SD, terlebih pada pemahaman pelajaran Matematika, sebaiknya murid-murid kita dilatih semenjak dini untuk selalu berlatih mengasah logikanya serta berlatih untuk menemukan pola Matematika-nya.

Dalam cara pelajaran Matematika Dasar, terpenting Matematika SD, saya mengaplikasikan sistem Matematika Ajaib untuk mengajari TAKUKABA (Tambah Kurang Kali Bagi). Metode Matematika Ajaib ini saya kembangkan sejak tahun 2001 dan terbukti banyak membantu murid sekolah dasar khususnya bagi murid yang berada di jenjang kelas 1.

Dengan metode pembelajaran Matematika Ajaib di jenjang kelas satu inilah murid-murid sudah mesti sesering mungkin diasah nalarnya dan dilatih untuk mendapatkan pola yang ada dalam sebuah masalah Matematika. Tanpa nalar dan mendapatkan polanya, maka semakin susah bagi siswa-siswi SD untuk memahami dan menjadi jagoan Matematika di jenjang sekolah dasar.

Melatih logika dan melatih menemukan pola Matematika akan sungguh-sungguh menggembirakan bagi anak, secara khusus di jenjang kelas satu SD, dalam menyelesaikan soal Matematika. Malah melatih akal dan pola ini akan amat bermanfaat dikala siswa bersua dengan soal kisah Matematika SD.

Oleh sebab itu, sebelum mulai mengasah logika dan pola murid-murid sekolah dasar, saya memberikan pelajaran dan pelatihan pada mereka tentang progres berhitung TAKUKABA yang masuk akal dan berpola. Tradisi belajar Matematika Ajaib betul-betul mudah dipelajari siswa-siswi Sekolah Dasar Kelas Satu. Lebih daripada itu murid di Taman Kanak-Kanak juga telah bisa ikut belajar dan memahaminya.

Tetapi kenapa wajib memakai cara Matematika Ajaib? Alasan dan pembahasan lebih mendalam akan saya ulas ditulisan kami berikutnya ya. Supaya Anda semua tidak merasa bosan.

Namun, kalau Anda berharap segera ingin mengetahui seperti apa cara Matematika Ajaib ini, silahkan klik tautan Matematika Ajaib berikut ini. Dan jangan ragu, jikalau ada informasi yang kurang terang, Anda bisa langsung bertanya dan membahasnya via WA 0831.6493.3231 atau WA 0838.5735.4647

Selamat belajar. Jaga murid-murid Anda agar konsisten menyukai dan paham Matematika SD Matematika Kelas 3 SD Tema 7.

About Bekti Hermawan 936 Articles
Pendidik Matematika Islam di berbagai sekolah Islam