Matematika Kelas 3 SD Semester 2

Matematika Kelas 3 SD Semester 2 – Ada beragam cara untuk mengerti dan paham pelajaran Matematika SD yang harus dimengerti oleh murid-murid kita. Materi Matematika SD Kurikulum 2013 kelas 1-6 tidak pernah terpisah. Artinya setiap materi saling berhubungan satu teori dengan materi lainnya. Banyak anak Sekolah Dasar masih merasakan kerepotan mengerti Matematika SD meskipun sudah ada buku rumus Matematika, kumpulan materi Matematika SD buku kumpulan rumus Matematika baik mulai kelas 1 SD hingga kelas 6 PDF. Murid Kls Enam biasanya membutuhkan kumpulan atau rangkuman rumus Matematika sejak anak bersekolah di kelas 1. Tetapi pertanyaannya adalah mengapa banyak sekali kumpulan rumus, baik berbentuk cetak maupun file PDF yang dapat diunduh di dunia maya, masih saja banyak siswa SD yang belum mengerti, apalagi jadi jagoan, pelajaran Matematika? Coba kita observasi, sebagian besar siswa SD merasa kesulitan begitu siswa duduk di kelas 3 atau kelas 4. Persoalan inilah yang akan kita bahas bareng-bareng dalam tulisan saya ini.

Matematika Kelas 3 SD Semester 2

Sebetulnya materi pelajaran Matematika itu tak boleh diamati secara terpisah. Sekiranya siswa-siswi kita memperhatikan materi pelajaran satu dengan teori pelajaran yang lain terpisah, karenanya pelajaran Matematika menjadi rumit. Kekeliruan anggapan ini menyebabkan anak SD senantiasa merasa kerumitan.

Seringkali pengajar tak menjelaskan bagaimana keterkaitan teori pelajaran satu dengan pokok bahasan lainnya dari pembelajaran Matematika itu. Sehingga murid-murid memandangnya sebagai sebuah pelajaran yang tidak berkesinambungan. Ketika siswa-siswi membahas sebuah materi pelajaran dikala ini, karenanya pokok bahasan sebelumnya sudah lupa atau dilupakan. Padahal sungguh-sungguh penting mempelajari Matematika itu secara berkesinambungan.

Sebagai contoh, murid telah mempelajari Proses Hitung Penjumlahan dan Pengurangan. Tetapi siswa tak bisa memaknai apa hubungannya pengaturan teori Konsep Penjumlahan Pengurangan pada saat murid belajar konsep Membagi Bilangan. Seolah-olah teori Membagi itu suatu konsep yang tidak terkait dengan materi sebelumnya.

Padahal, seandainya berharap terampil Membagi Bilangan, siswa harus memahami dan mengerti Penjumlahan atau Pengurangan.

Oleh sebab itu, disinilah peran pengajar serta ayah dan ibu benar-benar diinginkan. Keterlibatan orang tua sebagai bentuk kebersamaan antara orangtua dan anak menjadi penting. murid-murid akan merasa lebih nyaman sekiranya belajar bersama ayah dan bundanya dibandingi belajar di sekolah. Jadi tidak salah jika ada ungkapan Baiti Jannati – Ada Surga di Rumahku. Sebab di rumah sendiri sepatutnya murid-murid menjadikan lebih jago karena pendidiknya yaitu ayah dan bundanya sendiri.

Materi yang dididik dalam Matematika SD itu betul-betul mendasar. Siswa akan gembira belajar Matematika ketika siswa masih duduk di kelas satu. Observasilah saat anak kita saat di bangku kelas tiga. Apa yang Anda rasakan? Apakah murid-murid semakin merasa tidak mengerti materinya?

Ada dua hal penting yang seharusnya diperhatikan oleh pengajar Matematika serta ayah dan ibu. Khususnya ditekankan terhadap orangtua, bahwa di bangku kelas tiga SD konsep Matematika tambah menumpuk. Dan biasanya anak kita masih menyukai memandang pembelajaran Matematika konsep yang terputus satu sama lain. Terdapat keterkaitan yang terputus. Murid-murid sudah lupa materi sebelumnya, ditambah lagi dengan materi Matematika di kelas tiga sekolah dasar tambah menumpuk serta kompleks.

Jika metode belajar Matematika masih seperti ini, maka muncullah apa yang disebut Matematika Pobia dan sebagainya. Kalau pemahaman ini dibiarkan, jangan salahkan murid kita semakin yakin bahwa Matematika itu pelajaran yang ruwet serta mengesalkan.

Ayo kita perhatikan. Dalam konsep perihal Bilangan saja ada banyak subbab yang wajib dikuasai oleh siswa-siswi kita. Lihat materi perihal Bilangan ini, sungguh-sungguh banyak ya yang semestinya dikuasai siswa-siswi kita.

Contohnya adalah konsep mengenai :

KABATAKU-Kali Bagi Tambah Kurang.

Tuh kan, banyak ya? Jangan lupa, itu hanya materi tentang Bilangan. Belum materi yang lain seperti Perbandingan dan lainnya. Siswa harus bisa menguasai materi itu semua sepanjang anak sekolah di sekolah dasar.

Metode belajar pokok bahasan Matematika itu berkesinambungan, selalu terkait antara teori yang satu dengan lainnya. Terus-menerus. Bukan terpisah-pisah. Jikalau pokok bahasan itu dilihat sebagai teori yang berdiri sendiri-sendiri, maka jangan salahkan siswa-siswi kita akan semakin kesulitan untuk mengerti serta merajai Matematika.

Agar memahami situasi murid kita yang masih duduk di bangku sekolah dasar, terutamanya pada pemahaman pembelajaran Matematika, sebaiknya siswa kita dilatih semenjak dini untuk selalu berlatih mengasah logikanya serta berlatih untuk mendapatkan pola Matematika-nya.

Dalam metode pelajaran Matematika Dasar, terutamanya Matematika SD, kami mengaplikasikan sistem Matematika Ajaib untuk mengajarkan TAKUKABA (Tambah Kurang Kali Bagi) atau KABATAKU (Kali Bagi Tambah Kurang. Tradisi Matematika Ajaib ini kami kembangkan semenjak tahun 2001 dan rupanya banyak membantu murid-murid SD terpenting bagi anak masih belajar Matematika di kelas 1.

Dengan metode pembelajaran Matematika Ajaib di jenjang kelas 1 inilah murid-murid sudah patut sering diasah logikanya dan dilatih untuk menemukan pola yang ada dalam sebuah masalah Matematika. Tanpa nalar dan mendapatkan polanya, karenanya kian susah bagi siswa sekolah dasar untuk mengerti dan merajai Matematika sekolah dasar.

Melatih akal dan melatih mencari pola Matematika akan sungguh-sungguh menyenangkan bagi murid, terlebih di kelas 1 sekolah dasar, untuk menyelesaikan soal-soal Matematika. Malah melatih akal dan pola ini akan sangat berguna pada saat siswa-siswi berjumpa dengan soal-soal kisah Matematika sekolah dasar.

Oleh sebab itu, sebelum mengasah akal dan pola siswa-siswi sekolah dasar, saya memberikan pembelajaran dan pelatihan pada mereka tentang pelaksanaan berhitung TAKUKABA yang masuk akal dan berpola. Budaya belajar Matematika Ajaib sangat gampang dipelajari murid-murid SD Kelas Satu. Lebih daripada itu siswa di TK-A juga sudah dapat mempelajari dan mengerti.

Namun kenapa mesti memakai cara Matematika Ajaib? Alasan dan pembahasan lebih mendalam akan kami bahas ditulisan kami selanjutnya ya. Supaya Anda dan murid-murid tidak merasa bosan.

Tetapi, kalau Anda mau segera ingin mengetahui seperti apa sistem Matematika Ajaib ini, silahkan klik link Matematika Ajaib berikut ini. Dan jangan ragu, sekiranya ada konsep pembelajaran yang kurang dimengerti, Anda dapat seketika bertanya dan membahasnya lewat WA 0831.6493.3231 atau WA 0838.5735.4647

Selamat belajar. Dampingi murid-murid Anda agar tetap menyukai dan paham Matematika SD Matematika Kelas 3 SD Semester 2.

About Bekti Hermawan 936 Articles
Pendidik Matematika Islam di berbagai sekolah Islam