Matematika Kelas 2 SD Tema 8

Matematika Kelas 2 SD Tema 8 – Ada bermacam metode untuk mengerti dan paham mata pelajaran Matematika SD yang wajib dimengerti oleh siswa-siswi kita. Materi Matematika SD kelas 1-6 Kurikulum 2013 tidak pernah berdiri sendiri-sendiri. Artinya setiap materi saling berhubungan satu pokok bahasan dengan materi lainnya. Banyak sekali murid-murid Sekolah Dasar masih merasakan kesulitan mengerti Matematika SD walaupun sudah ada buku rumus Matematika, kumpulan materi Matematika SD kelas 1-6 PDF, buku kumpulan rumus Matematika baik mulai kelas 1 SD hingga kelas 6 PDF. Murid Kls Enam biasanya memerlukan rangkuman rumus Matematika sejak anak bersekolah di jenjang kelas satu. Tetapi pertanyaannya adalah mengapa banyak sekali buku rumus, baik berbentuk cetak maupun PDF yang bisa diambil di internet, tetap saja banyak anak SD yang belum mengerti, apalagi jadi jagoan, mata pelajaran Matematika? Mari kita observasi, sebagian besar murid SD merasa terbebani begitu siswa duduk di kelas 3 atau kelas 4. Masalah inilah yang akan kita bahas bersama dalam tulisan saya ini.

Cara Sederhana Pecahkan Soal Matematika SD Kelas 2 Pengukuran Panjang

Hakekatnya materi pembelajaran Matematika itu tidak boleh dilihat secara terpisah. Sekiranya murid kita melihat teori pelajaran satu dengan pokok bahasan yang lain terpisah, maka pelajaran Matematika menjadi susah. Kesalahan anggapan ini menyebabkan siswa sekolah dasar selalu merasa kesusahan.

Kadang pengajar tak membeberkan bagaimana keterkaitan teori pelajaran satu dengan teori pelajaran lainnya dalam pelajaran Matematika itu. Akibatnya siswa-siswi melihatnya sebagai sebuah pembelajaran yang terpilah-pilah. Ketika siswa membahas sebuah teori pelajaran ketika ini, karenanya pokok bahasan terdahulu sudah tak ingat sama sekali. Walaupun ayah bunda tau sangat penting mempelajari Matematika itu secara tak terputus-putus.

Sebagai contoh, murid sudah mempelajari Penjumlahan atau Pengurangan. Tetapi siswa-siswi tidak bisa memahami bagaimana memanfaatkan pengendalian teori Penjumlahan dan Pengurangan pada saat anak mempelajari teori Pembagian. Seolah materi Membagi Bilangan itu sebuah materi yang berdiri sendiri.

Sedangkan, sekiranya mau mahir Pembagian, murid harus memahami dan menguasai Proses Menjumlah dan Mengurangkan.

Nah, disinilah peran pengajar serta bapak dan ibu benar-benar diharapkan. Keterlibatan orang tua sebagai wujud kebersamaan antara ayah dan ibu dan anak menjadi sangat penting. siswa akan merasa lebih nyaman sekiranya belajar bareng ayah dan bundanya diperbandingkan belajar di lembaga sekolah. Sehingga tidak salah jikalau ada istilah Baiti Jannati – Ada Surga di Rumahku. Sebab di rumah sepatutnya anak menjadikan lebih terampil sebab pendidiknya merupakan bapak dan ibunya sendiri.

Apa yang diajarkan dalam Matematika SD itu sungguh-sungguh mendasar dan fundamental. Anak akan bergembira mempelajari Matematika ketika siswa masih duduk di kelas satu atau kelas dua. Observasilah dikala murid Anda saat di bangku kelas tiga. Apa yang Anda rasakan? Apakah anak kian merasa kesulitan mengerti teorinya?

Ada dua hal penting yang patut diperhatikan oleh pendidik Matematika serta ayah dan bunda. Terutama diwajibkan kepada orangtua, bahwa di bangku kelas tiga SD materi Matematika tambah banyak. Dan biasanya murid kita masih suka melihat pembelajaran Matematika konsep yang terpisah satu sama lain. Ada keterkaitan yang terpisah. Anak telah lupa materi sebelumnya, ditambah lagi dengan teori Matematika di jenjang kelas tiga sekolah dasar tambah banyak serta kompleks.

Kalau metode belajar Matematika masih tidak ada perubahan, maka terjadilah apa yang disebut Matematika Semakin Aneh dan sebagainya. Jikalau pengertian ini dibiarkan terus, maka siswa kita semakin yakin bahwa Matematika itu pelajaran yang pasti bikin pusing serta menjengkelkan.

Coba bapak ibu observasi. Dalam materi perihal Bilangan saja ada banyak subbab yang sepatutnya dikontrol oleh anak kita. Amati teori tentang Bilangan ini, amat banyak ya yang sepatutnya dipelajari siswa kita.

Contohnya adalah pokok bahasan mengenai :

Desimal, Perbandingan dan Bilangan Romawi.

Kelihatan kan, banyak ya? Jangan dilupakan, itu hanya teori tentang Bilangan. Belum materi yang lain seperti Kombinatorik, Segitiga, Aljabar dan sebagainya. Anak harus bisa menguasai pokok bahasan itu semua sepanjang siswa sekolah di sekolah dasar.

Sistem belajar teori Matematika itu tidak terputus-putus, selalu berkaitan antara teori yang satu dengan lainnya. Berkelanjutan. Bukan terpisah-pisah. Kalau teori itu dipandang sebagai konsep terpisah, maka siap-siaplah anak kita akan semakin kesulitan untuk memahami serta jadi jagoan Matematika.

Untuk mengerti situasi siswa kita yang masih duduk di bangku SD, khususnya pada pemahaman pembelajaran Matematika, sebaiknya siswa kita dilatih semenjak dini untuk senantiasa berlatih memacu logikanya serta berlatih untuk mendapatkan pola Matematika-nya.

Dalam sistem pelajaran Fundamental Matematika, terpenting Matematika SD, kami menerapkan metode Matematika Ajaib untuk mengajarkan TAKUKABA (Tambah Kurang Kali Bagi) atau KABATAKU (Kali Bagi Tambah Kurang. Metode Matematika Ajaib ini saya kembangkan semenjak tahun 2001 dan rupanya banyak membantu siswa SD terlebih bagi siswa yang duduk di kelas 1.

Dengan sistem belajar Matematika Ajaib di kelas 1 inilah murid sudah seharusnya sesering mungkin diasah nalarnya dan dilatih untuk mendapatkan pola yang ada dalam sebuah persoalan Matematika. Tanpa logika dan mendapatkan polanya, maka kian susah bagi anak sekolah dasar untuk mengerti dan merajai Matematika sekolah dasar.

Membiasakan menggunakan akal dan melatih mencari pola Matematika akan amat menyenangkan bagi siswa-siswi, secara khusus di jenjang kelas satu SD, untuk menuntaskan soal-soal Matematika. Bahkan melatih nalar dan pola ini akan sangat berguna ketika murid-murid berjumpa dengan soal-soal cerita Matematika SD.

Maka dari itu, sebelum mulai membiasakan belajar dengan nalar dan pola murid sekolah dasar, saya memberikan pelajaran dan pelatihan pada mereka tentang progres berhitung Tambah Kurang Kali Bagi yang bernalar dan berpola. Kultur belajar Matematika Ajaib amat mudah dipelajari murid Sekolah Dasar Kelas Satu. Lebih daripada itu murid-murid di Taman Kanak-Kanak juga sudah bisa ikut belajar dan memahaminya.

Tetapi mengapa mesti mengaplikasikan cara Matematika Ajaib? Alasan dan pembahasan lebih mendalam akan saya jelaskan ditulisan kami edisi selanjutnya ya. Supaya Anda semua tidak merasa bosan.

Tetapi, seandainya Anda berkeinginan segera mempelajari seperti apa cara Matematika Ajaib ini, silahkan klik link Matematika Ajaib berikut ini. Dan jangan ragu, jikalau ada informasi yang kurang terang, Anda bisa segera bertanya dan membahasnya via WA 0831.6493.3231 atau WA 0838.5735.4647

Selamat belajar bersama. Bersamai siswa Anda supaya konsisten suka dan mengerti Matematika SD Matematika Kelas 2 SD Tema 8.

About Bekti Hermawan 936 Articles
Pendidik Matematika Islam di berbagai sekolah Islam