Matematika Kelas 1 SD Tema 6

Matematika Kelas 1 SD Tema 6 – Ada beraneka cara untuk memahami serta menguasai mata pelajaran Matematika SD yang harus dipahami oleh siswa-siswi kita. Teori dan Materi Matematika SD Kurikulum 2013 kelas 1-6 tidak pernah tidak saling terkait poko bahasan satu dengan lainnya. Artinya setiap materi saling berkesinambungan. Banyak murid SD masih merasakan kesulitan mengerti dan memahami Matematika SD meskipun sudah ada kumpulan buku rumus Matematika, kumpulan materi Matematika SD buku kumpulan rumus Matematika baik mulai jenjang kelas 1 SD hingga kelas 6 PDF. Murid-Murid jenjang kelas enam biasanya memerlukan kumpulan atau rangkuman rumus Matematika sejak murid-murid bersekolah di kelas satu. Tetapi pertanyaannya adalah mengapa banyak sekali buku rumus, baik berbentuk cetak maupun file PDF yang dapat diambil di dunia maya, masih saja banyak siswa-siswi SD yang belum tau, apalagi menguasai, pelajaran Matematika? Coba kita simak, sebagian besar murid-murid SD merasa kesusahan begitu siswa duduk di kelas 3 atau kelas 4. Masalah inilah yang akan kita bahas bareng-bareng dalam tulisan saya ini.

Matematika Kelas 1 SD Tema 6

Sebetulnya materi pelajaran Matematika itu tidak boleh dilihat secara terpisah. Apabila siswa-siswi kita memandang pokok bahasan satu dengan materi pelajaran yang lain terpisah, maka pelajaran Matematika menjadi susah dipahami. Kekeliruan pandangan ini menyebabkan siswa-siswi SD selalu merasa kerumitan.

Kadang guru tak membeberkan bagaimana keterkaitan materi pelajaran satu dengan pokok bahasan lainnya dari pembelajaran Matematika itu. Sehingga murid memandangnya sebagai sebuah pembelajaran yang tidak berkesinambungan. Dikala anak membahas sebuah pokok bahasan dikala ini, maka pokok bahasan yang telah dijelaskan sebelumnya telah tidak ingat lagi. Meskipun kita paham sangat penting mempelajari Matematika itu secara berkesinambungan.

Sebagai contoh, siswa telah belajar Proses Menjumlah dan Mengurangkan. Tapi siswa-siswi tak bisa memaknai apa manfaat pengaturan konsep Konsep Penjumlahan Pengurangan pada saat siswa mempelajari teori Membagi Bilangan. Seolah-olah materi Membagi itu sebuah materi yang berdiri sendiri.

Padahal, kalau berkeinginan piawai Pembagian, murid-murid harus memahami dan mengerti Penjumlahan atau Pengurangan.

Nah, disinilah peran pengajar serta orangtua sangat diharapkan. Keterlibatan orangtua sebagai format kebersamaan antara orangtua dan murid menjadi penting. siswa-siswi akan merasa lebih nyaman jikalau belajar bersama bapak dan ibunya dibandingi belajar di lembaga sekolah. Jadi tak salah jikalau ada istilah Baiti Jannati – Ada Surga di Rumahku. Sebab di rumah sendiri harusnya anak menjadi lebih trampil karena pendidiknya yakni ayah dan bundanya sendiri.

Materi yang diajarkan dalam pelajaran Matematika SD itu betul-betul mendasar dan fundamental. Siswa-Siswi bisa jadi bersuka ria memahami Matematika ketika siswa masih duduk dibangku kelas satu atau kelas dua. Perhatikan dikala murid-murid kita saat di jenjang kelas 3. Apa yang Anda lihat? Apakah murid kian merasa tidak paham teorinya?

Ada 2 hal penting yang seharusnya diperhatikan oleh pembimbing Matematika serta ayah dan ibu. Terutama ditekankan terhadap ayah dan ibu, bahwa di kelas tiga SD teori Matematika kian menumpuk. Dan biasanya murid kita masih suka memandang pembelajaran Matematika materi yang terpisah satu sama lain. Ada mata rantai yang terputus. Siswa-siswi sudah lupa teori sebelumnya, ditambah lagi dengan materi Matematika di jenjang kelas tiga sekolah dasar mulai banyak dan kompleks.

Kalau metode belajar Matematika masih tidak ada perubahan, maka terjadilah apa yang disebut Matematika Pelajaran Tak Jelas dan sebagainya. Kalau pemahaman ini dibiarkan, jangan heran jika murid kita kian percaya bahwa Matematika itu pembelajaran yang njlimet dan mengesalkan.

Coba ayah bunda perhatikan. Dalam teori seputar Bilangan saja ada banyak subbab yang mesti dikendalikan oleh anak kita. Amati konsep seputar Bilangan ini, sungguh-sungguh banyak ya yang seharusnya dipahami anak kita.

Misalnya pokok bahasan mengenai :

KABATAKU-Kali Bagi Tambah Kurang.

Tuh kan, banyak ya? Jangan dilupakan, itu cuma teori tentang Bilangan. Belum pokok bahasan yang lain seperti Kombinatorik dan Segitiga dan sebagainya. Siswa seharusnya bisa menguasai pokok bahasan itu semua selama siswa-siswi sekolah di sekolah dasar.

Metode belajar pokok bahasan Matematika itu tidak terputus-putus, selalu terkait antara konsep yang satu dengan lainnya. Terus-menerus. Tidak terpisah-pisah. Apabila pokok bahasan itu diamati sebagai teori terpisah, karenanya bersiaplah murid-murid kita akan semakin kesulitan untuk menguasai serta jadi jagoan Matematika.

Agar mengerti situasi anak kita yang masih duduk di bangku sekolah dasar, terutama pada pemahaman pembelajaran Matematika, sebaiknya murid-murid kita dilatih semenjak dini untuk selalu berlatih memacu logikanya serta berlatih untuk mendapatkan pola Matematika-nya.

Dalam sistem pembelajaran Fundamental Matematika, terutama Matematika SD, kami mengaplikasikan sistem Matematika Ajaib untuk mengajarkan TAKUKABA (Tambah Kurang Kali Bagi). Tradisi Matematika Ajaib ini kami kembangkan semenjak tahun 2001 dan ternyata banyak menolong murid-murid SD lebih-lebih bagi murid-murid masih belajar Matematika di kelas 1.

Dengan metode pembelajaran Matematika Ajaib di jenjang kelas 1 inilah murid sudah sepatutnya sering diasah nalarnya dan diajari untuk menemukan pola yang ada dalam sebuah permasalahan Matematika. Tanpa nalar dan mendapatkan polanya, karenanya semakin susah bagi siswa-siswi sekolah dasar untuk mengerti dan menguasai Matematika di jenjang SD.

Membiasakan menggunakan nalar dan melatih menemukan pola Matematika akan betul-betul menggembirakan bagi siswa, lebih-lebih di jenjang kelas 1 sekolah dasar, untuk mengatasi masalah Matematika. Pun melatih logika dan pola ini akan amat berguna pada saat anak berjumpa dengan soal kisah Matematika sekolah dasar.

Oleh sebab itu, sebelum mengasah logika dan pola siswa-siswi SD, kami memberikan pelajaran dan pelatihan pada mereka tentang pengerjaan berhitung Tambah Kurang Kali Bagi yang logis dan berpola. Budaya belajar Matematika Ajaib betul-betul gampang dipelajari anak Sekolah Dasar Kelas Satu. Lebih daripada itu anak di Taman Kanak-Kanak juga sudah dapat ikut belajar dan memahaminya.

Tapi kenapa harus menerapkan metode Matematika Ajaib? Alasan dan pembahasan lebih mendalam akan kami bahas ditulisan saya selanjutnya ya. Agar Anda dan murid-murid tidak merasa bosan.

Namun, jika Anda mau langsung mempelajari seperti apa metode Matematika Ajaib ini, silahkan klik link Matematika Ajaib berikut ini. Dan jangan malu, sekiranya ada teori pelajaran yang kurang jelas, Anda bisa seketika bertanya dan membahasnya melewati WA 0831.6493.3132

Selamat berkarya. Dampingi murid Anda agar konsisten menyukai dan paham Matematika SD Matematika Kelas 1 SD Tema 6.

About Bekti Hermawan 936 Articles
Pendidik Matematika Islam di berbagai sekolah Islam