Matematika Itu Bukan Wangsit

39 views

Satu hal paling penting yang patut diluruskan tentang matematika adalah anggapan bahwa matematika merupakan sebentuk sosok yang “menakutkan”, sesuatu yang “jauh di sana”, sesuatu yang “membahayakan”. Sesungguhnya matematika adalah semacam sahabat yang amat dekat dengan kehidupan kita sehari-hari.

matematika mudah

Ada banyak keindahan dalam Matematika. Tetapi ada banyak kegelapan juga dalam Matematika. Tergantung dari sudut pandang mana kita melihatnya. Yang pasti, Matematika bukanlah hasil dari wangsit yang diturunkan dalam semalam pada sebuah mimpi. Matematika itu adalah hasil olah pikir manusia, bukan kesepakatan dengan jin atau setan.

Tapi mengapa Matematika menjadi begitu menakutkan? Mungkin saja sudut pandang itu belum terbuka lebar saat anak-anak kita belajar Matematika Dasar pada awal mereka mengenal angka dan bilangan. Atau bisa jadi karena proses pembelajarannya kurang tepat atau bahkan salah. Ada banyak variabel yang harus dipikirkan dan ditemukan titik solusinya.

Bagi saya, Matematika bukanlah sesuatu yang asing. Meski pada saat kuliah di “Kampus Rakyat” (IPB- Bogor) tercatat saya bukanlah mahasiswa Jurusan Statistika dan termasuk mahasiswa pembenci Matematika. Ternyata Matematika itu menjadi lebih luas maknanya pada sebuah konsep. Matematika itu begitu hidup di ruang hampa tanpa ekspresi kegembiraan yang mempelajarinya. Tapi, sungguh, mempelajari Matematika tanpa “roh” adalah sebuah kesalahan awal para pendidik di sekolah-sekolah Indonesia dalam ikhtiar mengajarkan Matematika.

“Roh” Matematika itu ada banyak bertebaran dalam Al Qur’an. Kitab Suci yang baru saya dalami saat saya baru memeluk Islam pada 1986. Ah, sungguh aku kehilangan banyak kata untuk mengungkapkan keindahan Matematika itu. Keindahannya hanya bisa dinikmati oleh mereka yang ikhlas bersujud, membisikkan sesuatu kepada bumi namun di dengar oleh langit.

Matematika itu tidak kering dan tandus. Pergilah ke sebuah toko buku. Carilah buku dengan diskon 10% dari harga jualnya. Apa yang terjadi jika pegawai toko mendiskon lagi buku yang kita beli dengan 20% dari harga baru? Apakah ini berarti kita membeli buku dengan diskon 30%? Matematika menjawabnya: tidak!

Atau, konsep matematika apa yang dapat kita manfaatkan pada saat sebuah Roket Buatan terlontar dari landasannya?

Lalu bagaimana Hovercraft atau proses terbakarnya lilin bisa kita jadikan media pembelajaran matematika?

Sosok yang terkesan “rumit” pada beberapa contoh pertanyaan di atas akan menjadi sederhana untuk dipahami oleh siswa-siswi ketika kita memasuki Islamic Math Adventure, karena pada prinsipnya matematika itu memang mudah untuk diwujudkan dalam bentuk percobaan dalam upaya menjelaskan suatu proses perhitungan matematika agar menjadi jauh lebih sederhana dan mudah. Serta pasti menyenangkan siswa-siswi!

Janganlah project matematika selalu dikaitkan dengan sesuatu yang susah untuk dilakukan, memerlukan peralatan dan bahan khusus, serta dapat membahayakan (jika kita termasuk salah satu orang yang berpikiran demikian, maka kita sudah menjadi “korban” film-film Hollywood).

Namun demikian, tidak semua matematika dapat dijelaskan dengan penyederhanaan. Penyederhanaan proses matematika tidaklah sepenuhnya salah, sebab memang ada project matematika yang rumit. Contohnya, berapakah jarak Bumi dan planet Mars? Atau, berapa derajatkah panas pusat Matahari? Kapankah Dinosaurus punah? Ini contoh beberapa project matematika yang sulit kita lakukan di rumah atau sekolah sekali pun!

Akan tetapi tidak pula dapat secara mutlak dibenarkan bahwa matematika itu rumit. Ada sangat banyak eksperimen matematika yang dapat dilakukan dengan mudah dan menggunakan bahan yang ada di sekitar kita sehari-hari.

Dalam kegiatan Islamic Math Adventure ini kita akan bersama-sama melakukan pembelajaran  matematika dengan menggunakan bahan-bahan dasar yang ada di rumah atau sekitar sekolah.

Janganlah kita terjebak pada rumit atau tidak rumit. Namun, menumbuhkan minat dan jiwa eksplorasi matematika pada anak-anak jauh lebih penting daripada sekedar mencari mana yang rumit dan mana yang mudah! Mengapa? Karena menjadi matematikawan atau ilmuwan itu hanyalah satu pilihan. Tetapi, berpikir logis dan ilmiah itu satu keharusan.

Jadi, apa yang bisa kita katakan pada anak-anak kita di sekolah? Akankah kita men-dogma anak-anak kita bahwa Matematika itu sekumpulan wangsit, hanya karena Matematika adalah dunia yang sulit dipahami?  Saatnya kita ajak siswa-siswi beraksi dan berimajinasi dalam Islamic Math Adventure!

Wallahu ‘alam

Al-Faqir Ila Allah | Bekti Hermawan

Tags: #Matematika Dasar Sd #Matematika Gasing Pdf #Matematika Jarak #Matematika Jawaban #Matematika Jepang Metode Sakamoto #Matematika Kelas 1 Sd #Matematika Kelas 10 #Matematika Kelas 2 Sd #Matematika Kelas 3 #Matematika Kelas 4 #Matematika Kelas 5 #Matematika Kelas 6 #Matematika Kelas 7 #Matematika Kelas 8 #Matematika Logika #Matematika Online #Matematika Realistik #Matematika Sd #Matematika Sd Kelas 1 #Matematika Sd Kelas 4 #Matematika Sd Kelas 5 #Matematika Smp #Matematika Smp Kelas 9 #Matematika Statistika #Matematika Terapan #Matematika Test #Matematika Turunan #Matematika Ui #Matematika Uin Malang #Matematika Undip #Matematika Unpar #Matematika Wajib Kelas 10 Kurikulum 2013 #Matematika Wajib Kelas 11 #Matematika Waktu Jarak Dan Kecepatan #Matematika Yang Belum Terpecahkan

Leave a reply "Matematika Itu Bukan Wangsit"

author
Insan Perindu IHSAN. Pencari Hikmah di Telaga Kehidupan.