Latihan Sederhana Soal Matematika SD Kelas 2 Semester 1

Latihan Sederhana Soal Matematika SD Kelas 2 Semester 1 – Pembelajaran soal Matematika SD Kelas 2 Semester 1 adalah bagian penting yang tak boleh dipisahkan dari pembelajaran Matematika SD Kelas 1. Terutama di kelas 2 anak akan belajar mengenal pengukuran panjang di semester berikutnya. Di semester 1 anak akan belajar mengenal Perkalian. Banyak tersedia rangkuman atau materi bimbel Matematika Kelas 2, baik berbentuk PDF ataupun rangkuman pada Kurikulum 2013. Soal ulangan, UTS ataupun UAS Matematika SD Kelas 2 semester 1 ini tentu memiliki tingkat kesulitan sendiri karena anak baru belajar mengenal Perkalian dan Pembagian Dasar. Namun demikian, dimasa pandemi Covid 19 seperti saat ini maka RPP Matematika SD Kelas 2 tidak serta merta dapat dijadikan acuan satu-satunya.

Latihan Sederhana Soal Matematika SD Kelas 2 Semester 1

Gambar: Dokumentasi pembelajaran Matematika SD Kelas 2 Semester 1 di SD Islam Khoiru Ummah Malang

Mengapa bisa demikian? Karena materi belajar Matematika SD Kelas 2 semester 1 memiliki cakupan materi yang lumayan luas.

Perkalian sebagai salah satu materi baru dalam pembelajaran Matematika SD Kelas 2 semester 1, akan menjadikan materi ini sebagai materi Matematika SD yang sulit-sulit gampang.

Sulitnya adalah ketika bapak ibu atau guru melakukan:

  • Perkalian benar-benar dihitung sebagai hasil dari Penjumlahan berulang. Konsep ini sudah benar. Tapi jika digunakan untuk seluruh materi pembelajaran Matematika SD Kelas 2 semester 1 akan menjadi kesulitan tersendiri.
  • Bapak ibu atau guru mengharuskan anak menghafal Tabel Perkalian Dasar

Kesalahan utama dalam perilaku tersebut membuat materi Perkalian Dasar dalam pembelajaran Matematika SD Kelas 2 semester 1 ini menjadi lebih sulit dipahami anak dan sulit diaplikasikan atau diberikan oleh guru.

Belum lagi Perkalian tingkat berikutnya seperti puluhan dan ratusan. Akan tambah jadi rumit. Namun, jika bapak ibu dan para guru mengetahu dengan pasti apa yang harus diajarkan dan strategi bagaimana yang terbaik, maka anak insyaa Allah menjadi lebih mudah memahami. Dan bapak ibu atau guru menjadi lebih mudah mengajarkan pada anak atau murid.

Seperti di tulisan saya sebelumnya, jika bapak ibu dan guru mengajarkan konsep Perkalian adalah Penjumalahan berulang, maka akan semakin rumit Matetika SD Kelas 2 semester 1 ini. Sebagai contoh 2 x 5 adalah 5+5. Hasilnya 10.

Jika dibalik, 5 x 2 maka bentuk Penjumlahan Berulangnya menjadi 2+2+2+2+2 hasilnya tetap sama 10. Lalu apa bedanya?

Jadi bapak ibu atau guru harus hati-hati mengajarkan konsep Perkalian adalah Penjumlahan Berulang ini. Yang harus bapak ibu dan guru perhatikan adalah:

  • Dalam perkalian, yang yang berulang adalah angka yang belakang sebanyak angka yang berada di depannya. Jadi jika 2 x 5 maka yang berulang adalah angka 5 sebanyak 2 kali. Sedangkan 5 x 2 maka angka yang berulang adalah 2 sebanyak 5 kali. Hasil sama namun makna konsepnya berbeda.
  • Dalam Perkalian menggunakan konsep Penjumlahan Berulang hanya efektif untuk pemahaman dasar-dasar Matematika SD Kelas 2 semester 1. Untuk Perkalian puluhan atau ratusan maka Perkalian dengan konsep Penjumlahan Berulang sudah tidak efektif digunakan lagi. Sebagai contoh adalah 93 x 97. Maka anak atau murid harus menjumlahkan angka 97 sebanyak 93 kali. Ruwet bukan?

Untuk mengatasi hal ini, dalam pembelajaran Matematika Ajaib diajarkan dengan cara pendekatan Permen. Apa itu Permen?

Konsep Permen adalah Perkalian yang dapat dihitung dengan model sederhana sehingga memudahkan anak atau murid untuk menjawab soal tidak perlu menjumlahkan banyak angka dan bilangan.

Mereka hanya memerlukan penguasaan Perkalian Dasar dan Pengurangan sangat sederhana untuk menjawap Perkalian puluhan, ratusan atau bahkan ribuan dan jutaan.

Apakah anak yang masih belajar Matematika SD Kelas 2 semester 1 bisa melakukannya? Bapak ibu dan guru akan merasakan kemudahannya jika telah mempraktekannya bersama anak atau murid di rumah atau sekolah.

About Bekti Hermawan 936 Articles
Pendidik Matematika Islam di berbagai sekolah Islam

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*