Berkaryalah

berkaryalah

 

Seperti berenang, hal tersulit belajar berenang adalah: Nyebur ke Kolam Renang. Jika tidak segera nyebur ke kolam renang, kapan aku mulai belajar berenang? Menunda nyebur ke kolam renang, sama saja seperti menunda hadirnya kemahiran berenang.

Dan menunda belajar adalah menunda lahirnya sebuah karya.

Karya itu tak perlu besar. Tak perlu harus dikenang banyak orang. Lakukan dan jalani saja. Biarkan sang waktu yang menilai apakah karya itu akan menjadi sebuah masterpiece atau sekedar imajinasi tak berwujud.

Bagiku, sebuah karya itu adalah wasilah dalam perjalanan dan ikhtiarku untuk menemukan Asmaul Husna yang ke 100. Atau menemukan Lailatul Qadar yang hadir setiap tahun? Entahlah.

Dalam benakku hanya tertanam sebuah keyakinan bahwa untuk menempuh jarak 10.000 KM harus didahului oleh 1 langkah. Dan itu menjadi yang terpenting. Sebab tanpa 1 langkah, perjalanan 10.000 KM itu tak mungkin ada.

Sama seperti sebuah karya. Jika aku tak pernah memulainya, mungkin suatu saat namaku hilang dalam kerimbunan hiruk pikuk duniawi.

Kalau sudah begitu, itu artinya: Aku Tak Pernah Ada.

 

Al-Faqir Ila Allah | Bekti Hermawan